Selasa, 09 Agustus 2016

Yesus, Adalah Dasar Yang Teguh (2 Timotius 2:19)


Nas Alkitab :
 
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan: “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” 


Surat 2 Timotius berisi himbauan untuk menentang pengajaran yang sesat. Di situ disebutkan nama Himeneus dan Filetus, yang menyatakan bahwa kebangkitan mereka telah tiba waktunya dan sedang berlangsung (2:17,18). Pendapat ini justru menelanjangi pengajaran yang sesat itu, sebagai wakil aliran gnosis. Menghadapi hal ini, Allah telah meletakkan suatu dasar yang teguh pada sidang jemaat Kristus (band. Ef. 2:20).

Dasar yang teguh, itu merupakan pondasi pekerjaan Allah. Terdiri dari apa sajakah dasar itu? Mengenai dasar-dasar ini, terdapat pernyataan-pernyataan yang jelas di dalam Kitab Suci:

  • “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Kor. 3:11). 
  • “Yang dibangun di atas dasar para Rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:20).

Pekerjaan Allah diletakkan pada dasar yang teguh, yaitu pada Yesus Kristus. Pekerjaan Allah ada, dibangun dan akan tetap ada sampai pada kerampungan. Kini, orang dapat saja bertanya: Di manakah gerangan dasar ini dapat ditemukan pada masa sekarang ini? Untuk hal ini Rasul Paulus menyebutkan dua “meterai” atau dua tanda pengenal:

  • “Tuhan mengenal para milik-Nya”, itu berarti, Ia mengakui mereka, yang berdiri di atas dasar ini dan orang dapat melihat serta menghayati Allah di dalam firman, sakramen atau di dalam perlindungan malaikat-malaikat-Nya.
  • “Barangsiapa yang menyebut nama Tuhan, hendaklah meninggalkan kejahatan”, itu berarti, mereka, yang berdiri di atas dasar ini, semuanya dipanggil, untuk menghindari segala perkara yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Kedua tanda pengenal ini, mengingatkan pada pemberontakan dan kebinasaan yang dialami kumpulan Korah (band. Bil. 16). Musa berkata kepada Korah dan para pengikutnya: “Besok pagi, Tuhan akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya…” (Bil. 16:5). Itu sesuai dengan tanda pengenal yang pertama, “Tuhan mengenal para milik-Nya”.

Selanjutnya Musa juga berkata kepada sidang jemaat itu: “Baiklah kamu menjauh dari kemah orang-orang fasik ini dan janganlah kamu kena kepada sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka…” (Bil. 16:26). Perkataan Musa ini sesuai dengan tanda pengenal yang kedua, “Barangsiapa yang menyebut nama Tuhan, hendaklah meninggalkan kejahatan” .

Apakah gerangan perkara-perkara yang tidak memperoleh perkenan Tuhan? Itu adalah

  • kurangnya kepercayaan dan pengandalan kepada Tuhan 
  • ketiadaan kasih 
  • sikap egois

Hal itu mengantarkan kita pada suatu himbauan:

  • Untuk senantiasa mengandalkan diri pada Tuhan!
  • Untuk mengasihi sesama 
  • Untuk melayani Tuhan dan sidang jemaat-Nya!

Tanda-tanda pengenal yang telah disebutkan di atas, merupakan suatu kesatuan. Barangsiapa yang benar-benar ingin menghayati Tuhan, ia harus berusaha untuk menanggalkan segala perkara, yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Semoga setiap orang mau berusaha untuk memenuhi kehendak Allah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar