Sabtu, 13 Agustus 2016

Menyebarkan Keharuman Diri


Pada masa sekarang ini, banyak orang menggunakan parfum untuk menjaga penampilannya. Keharuman yang tersebar dari diri sesorang, tidak hanya menyukakan orang tersebut, tetapi tidak jarang, hal itu juga menumbuhkan rasa nyaman atau menyenangkan bagi orang yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarang, saat ia sudah pergi pun, keharumannya tertinggal di tempat dimana ia sebelumnya berada.

Tetapi, ada juga orang yang terganggu dengan keharuman yang keluar dari diri seseorang. Orang itu menjadi merasa terganggu dengan bau parfum yang dipakai seseorang. Tidak menuntup kemungkinan oarng tersebut menjadi merasa pusing, sakit kepala, mual dan bahkan ada yang sampai merasa jengkel dengan bau parfum yang dipakai orang lain.

Mari gambaran ini kita bawa dalam kehidupan kita sebagai milik Allah, sebagai anak-anak Allah. “Bau keharuman“ yang bagaimana yang keluar dari diri kita, yang dirasakan orang yang ada di sekitar kita? Hal ini sangat tergantung pada “parfum” yang kita pakai. Lantas pertanyaan selanjutnya “parfum” apa yang hendaknya kita pakai sebagai anak-anak Allah.

Jangan kita memakai “parfum yang justru menjadikan orang lain merasa tidak nyaman, tidak senang, bahkan justru menjadi jengkel atau marah. Sebaliknya pergunakanlah “parfum” yang baik, sehingga orang-orang yang ada di sekitar kita merasa senang, nyaman dan juga merasa betah dekat kita, bahkan tidak hanya orang-orang yang ada di sekitar kita yang berasa senang, tetapi sang Allah Bapa di surga pun merasa senang.

Di sini dapat disebutkan beberapa contoh “parfum” yang baik, sehingga tidak saja menyukakan Allah Sang Bapa di surga, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan saat kita sudah tidak ada di tempat itu, keharuman itu masih semerbak mewangi, di rasakan orang lain. Parfum-parfum tersebut antara lain :

  • Kurban, yang kita persembahkan dengan kepatutan. Itulah persembahan kurban bakaran yang tetap, yang telah di tentukan di Gunung Sinai yang harum baunya bagi Tuhan” (Bilangan 28:6). Di bab selanjutnya, juga di kitab Biangan dikatakan, ““Pada waktu itu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran bagi Tuhan, sebagai bau yang menyenangkan:…(Bilangan 29:6). Selain korban bakaran yang banyak dilakukan pada masa perjanjian lama, kurban lain yang juga memberikan bau harum dan menyenangankan Allah antara lain, persembahan perpuluhan (Maleakhi 3:10) dan  persembahan tubuh kita (roma 12:1)
  • Marilah kita persembahkan kurban kita secara jujur dan dengan penuh kepatutan, sehingga hal ini kan memnyenangkan hati Allah.
  • Kebaikan-kebaikan. Perbuatan baik yang kita lakukan  kepada orang lain, bagaikan parfum yang menyebarkan semerbak wangi, sehingga tidak jarang bau itu masih tercium dan dirasakan banyak orang ketikan kita sudah tidak ada di tempat itu. Peribahasa mengatakan “ Gajah mati meninggalkan Gading, Harimau mati meninggalkan Belang. Lantas perbuatan baik manakah yang dapat memberikan bau harum yang semerbak mewangi? Kasih kepada sesama, kerendahan hati, kelemah-lembutan, kesabaran, seperti yang tersebut dalam buah-buah Roh (Galatia 5:22-23), itulah perbuatan-perbuatan baik yang hendaknya memberi keharuman yang keluar dari diri kita.
  • Kesiap-sedian untuk mengampuni atau Suka mengampuni
  • Mau merukunkan diri. Hendaklah kita senantiasa menjadi yang pertama untuk mau merukunkan diri dengan sesama

Sebaliknya “bau” yang keluar dari diri kita yang justru dapat menyebabkan orang menjadi tidak nyaman, tidak merasa senang, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi marah, antara lain :
  • Kesombongan (Tinggi Hati), Tuhan tidak hanya membencinya (Amsal 8:13) , melainkan juga tidak menyukainya (Mazmur 101:5), dan menjadi kekejian bagi Tuhan (Amsal 16:3), Bahkan Allah menentang orang yang congkak (Yakobus 4:6)
  • Iri dengki
  • Perbuatan Daging (Galatia 5:19-21)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar