Jumat, 26 Agustus 2016

Kepercayaan Tumbuh Dari Kekuatan Allah (1 Korintus 2:4-5)



Nas Alkitab :


Baik perkataanku maupun pemberitaanku, tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi kekuatan Allah.

Pada terjemahan dari Alkitab bahasa Jerman, tertulis, "Baik perkataanku maupun pemberitaanku, tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat manusiawi yang meyakinkan, melainkan di dalam petunjuk roh dan kekuatan, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah."

Rasul Paulus tidak datang kepada orang-orang di Korintus dan menempatkan diri sebagai pembicara dan pemikir yang menonjol, melainkan sebagai saksi Injil yang sederhana. Hal ini berdasarkan pada kesaksian Rasul Paulus sendiri. Rasul Paulus tidak ingin, iman mereka tumbuh karena terpesona dengan hikmat manusiawi yang dimilikinya, tetapi lebih pada kekuatan Allah. Bukan berarti tidak penting untuk menyampaikan firman Allah dengan baik. Hal yang sedemian itu juga terjadi pada masa sekarang. 

Nasihat Rasul Paulus ini penting, karena pada masa sekarang ini, banyak manusia hanya mau menerima firman yang enak untuk di dengar telinga mereka, yang sesuai dengan kepikiran dan harapan mereka atau yang masuk di akal mereka. Padahal kepercayaan itu mencakup juga:

  • segala sesuatu yang tampak dan yang tidak tampak, yang diciptakan oleh Sang Pencipta. 
  • rencana kelepasan, yang juga diciptakan Allah, dan tentunya, ini merupakan pekerjaan kelepasan yang hebat, dimana kita dituntun masuk berdasarkan kemurahan. Dan, Ia melaksanakan rencana ini dengan segala konsekuensi.
  • Pengutusan Putera-Nya ke dalam daging; Yesus Kristus meletakkan dasar gereja dan membukakan jalan kepada kemurahan dan kelepasan.
  • Kristus mengutus para rasul-Nya dan menugaskan mereka, untuk melanjutkan pembangunan pekerjaan-Nya. Ia juga akan merampungkan pekerjaan itu di zaman omega dan membangun Yerusalem rohani.
  • pengertian bahwa bahan bangunan untuk Yerusalem rohani ini adalah emas kebenaran, perak kasih dan batu permata kebajikan-kebajikan ilahi. Dan kesemuanya itu tidak ada yang dapat berdiri sendiri. Kita dituntut, untuk menyumbangkan bagian kita dengan cara ikut bekerja dan berkurban. Dari situ damai dan sukacita tumbuh di dalam Roh Kudus.
  • Isi pokok kabar kesukaan adalah seruan, "Tuhan segera datang!", yang diusahakan tetap hidup melalui para Rasul Yesus:  (bandingkan dengan 1 Korintus 16:22)

Pada masa sekarang ini tidak semua orang mempercayai hal ini, karena secara logika hal ini sulit untuk dimengerti 

Demikianlah kepercayaan kita berdasar pada tenaga Allah, seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus. Bagaimanakah tenaga ini dapat kita miliki?

  • Di dalam firman Allah yang dikerjakan oleh Roh, yang senantiasa ingin kita raih 
  • Di dalam kemurahan yang menakjubkan dan pengampunan segala dosa 
  • Di dalam penikmatan Perjamuan Kudus 
  • Di dalam damai dari Dia Yang Telah Bangkit 
  • Di dalam berkat Allah Tritunggal 
  • Di dalam persekutuan yang sangat erat di antara anak-anak Allah satu dengan yang lain dan dengan Tuhan 
  • Di dalam kinerja doa-doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar