Kamis, 18 Agustus 2016

Kesalehan (1 Timotius 4:8)



Nas Alkitab :

Latihan badani terbatas gunanya, tetapi kesalehan itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.   

“Latihan badani” seperti yang disampaikan di atas, sering kali dipahami sebagai salah satu cara untuk mempraktekkan ajaran-ajaran keagamaan yang diterapkan pada tubuh atau badan kita sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan sikap dasar kehidupan rohani manusia kepada Allah, melalui tanda-tanda, yang diterapkan pada tubuh, dengan pola tingkah laku yang khas, misalnya “tidak menikah dan menghindari makanan tertentu”, seperti yang tertulis di ayat 3.

Berpantang terhadap terhadap hal-hal tertentu seperti di atas, lebih srig hanya ditujukan pada kehidupan duniawi saja, dan bahkan tidak jarang perilaku seperti itu tidak memiliki nilai atau manfaat bagi kehidupan rohani.

Apa pun juga yang kita lakukan berkenaan dengan segala sesuatu yang duniawi, walau berdasarkan alasan-alasan yang mulia sekali pun, itu hanya mendatangkan manfaat yang terbatas dan sementara saja.

Mari kita coba bandingkan antara “Latihan badani” dengan “kesalehan”. Kesalehan adalah sesuatu yang hendaknya dan sepatutnya untuk selalu diusahakan, karena kesalehan mendatangkan manfaat yang berlangsung terus-menerus dan abadi.

Pengetahuan, pengertian, pemahaman dan pengakuan akan kesalehan ini hendaknya membantu kita untuk mengambil keputusan-keputusan yang bijaksana.

Kita dapat melakukan banyak hal, untuk mencapai keberhasilan di dalam kehidupan duniawi kita. Namun manfaat yang lebih besar adalah untuk senantiasa berusaha untuk hidup dalam kesalehan, untuk mencapai hidup yang kekal. Usaha ini tidak hanya berdampak pada kehidupan yang akan datang dan yang kekal saja, melainkan juga pada kehidupan kita sehari-hari. Karena itu kesalehan memiliki nilai ganda – nilai yang sementara dan nilai yang abadi.

Apakah kesalehan itu?

Kesalehan di dalam Perjanjian Baru diartikan penyelarasan hidup kepada Kristus. Kesalehan bukanlah pengetahuan tentang Allah, melainkan suatu sikap rohani kita kepada-Nya, dan kepada sesama manusia. Khususnya di dalam Perjanjian Baru dijelaskan, bahwa sikap ini hendaknya tidak hanya tampak dalam hal-hal lahiriah saja. Kesalehan adalah mengarahkan hidup kita secara menyeluruh kepada Tuhan Yesus Kristus. Kesalehan, juga dipahami sebagai suatu kehidupan, yang sepenuhnya tertuju kepada Kristus, berarti juga, untuk memuliakan Allah, Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus. Kita menunjukkan rasa hormat dan rasa takut akan Allah serta penghargaan akan kebesaran dan kekudusan Allah.

Kesalehan – manfaatnya bagi kehidupan kita sekarang

Kita hendaknya juga mengusahakan kesalehan, dengan mana kita dapat mencapai kehidupan yang akan datang dan sekaligus membentuk kehidupan yang sekarang. Dalam hal ini, Roh Kudus adalah penolong, yang mutlak sangat diperlukan. Dengan Roh Kudus,  kita mengerti akan kehendak Allah, untuk kemudian bertindak sesuai dengan hal itu. Dengan demikian kesalehan itu “berguna dalam segala hal”,baik untuk diri kita sendiri, lingkungan kita dan hubungan kita kepada Allah. Kesalehan memungkinkan

  • suatu kehidupan yang terpuaskan di dalam kepercayaan – contoh manfaat untuk diri kita sendiri. 
  • suatu kehidupan di dalam damai sejahtera ilahi – contoh manfaat untuk lingkungan kita. 
  • untuk mencapai keadilan, yang berlaku di hadapan Allah – contoh manfaat yang berkenaan dengan hubungan kita dengan Allah.

Kesalehan – manfaatnya untuk hidup yang kekal

Kesalehan merupakan salah satu sarana untuk memiliki janji hidup yang kekal. Barangsiapa yang memilikinya, ia tidak akan mementingkan hal-hal yang lahiriah, melainkan hal-hal yang penting. Hal itu tampak melalui sikap untuk

  • senantiasa mencari persekutuan dengan Kristus. 
  • senantiasa mengumpulkan harta di surga (band. Mat. 6:20). 
  • senantiasa mengusahakan apa yang berasal dan berada di atas (band. Kol. 3:2).

Kesalehan mendorong kita untuk senantiasa mengusahakan, apa yang memberi kita hidup yang kekal dan sekaligus memungkinkan suatu kehidupan yang bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar