Senin, 08 Agustus 2016

Panggilan Allah



Nas Alkitab

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Markus 1:19,20)

Dalam Injil Markus dituliskan, bagaimana Yesus, Sang Putera Allah, memanggil murid-murid-Nya yang awal. Mari kita ambil hal-hal yang penting serta petunjuk-petunjuk yang mendasar untuk dapat dipilih dan dipanggil oleh Tuhan.

Setiap hari Tuhan Yesus melihat dan mengawasi manusia. Ia tidak hanya melihat dan mengawasi apa yang dilakukan atau apa yang diperbuat manusia, tetapi pandangan-Nya bisa jauh menembus dan mengarah kepada hati mereka. Ia melihat ke dalam hati manusia untuk memanggil dan mengikut Tuhan, "Marilah, ikutlah Aku". 
Tidak jarang, ketika Ia memanggil manusia untuk mengikuti-Nya, Ia tidak menggunakan cara yang berbelit-belit dan tidak menyodorkan janji-janji yang memikat atau iming-iming yang menggiurkan. Tuhan hanya menghimbau, mengajak dan memanggil mereka, Marilah, ikutlah Aku".

Demikian juga ketika Ia memanggil murid-murid-Nya yang awal, Alkitab tidak memberitakan perihal diskusi-diskusi antara Yesus dengan orang-orang yang dipanggil-Nya, dan juga tidak memberitakan diskusi antar mereka sendiri, ataupun perihal peperangan batin mereka, saat mereka mengambil keputusan penting dalam hidup mereka. Juga tidak disebutkan sama sekali perihal reaksi ayahnya dan orang-orang upahannya yang kemudian mereka tinggalkan.

Alkitab juga memberitakan perihal banyaknya panggilan yang dilakukan Allah, Tuhan kita dan Alkitab juga memberitakan perihal bermacam-macam reaksi dari orang-orang yang dipanggil-Nya. Ada yang menolak, dengan mengajukan berbagai macam alasan, tapi ada juga yang menerima dan mengikuti-Nya. Berikut adalah beberapa contoh sikap mereka ketika dipanggil Tuhan:

  • Menghindar. Allah memanggil nama Musa sebanyak dua kali dari dalam semak-belukar yang menyala-nyala dan memberitahukan pemanggilan atas dirinya melalui tanda-tanda tersebut. Meskipun demikian Musa tidak serta merta menyetujui, tetapi ia mengajukan lima dalih, sebelum ia akhirnya melayani Tuhan (band. Kel. 3:4,11,13; 4:1,10,13).
  • Menolak. Tuhan Yesus menghimbau pemuda yang kaya itu, untuk mengikut kepada-Nya. Tetapi ia terhalang oleh harta miliknya (band. Mat. 19:16–22).
  • Mengenali dan mengakui. Samuel adalah murid imam Eli. Baru setelah tiga kali dipanggil dan melalui nasihat bijak Eli, Samuel akhirnya mengenali dan menerima pemanggilan atas dirinya menjadi nabi (band. 1 Sam. 3:1–21).
  • Menerima. Abraham dengan segera mengikuti panggilan Tuhan dan meninggalkan kehidupannya yang selama ini dijalaninya (band. Kej. 12:1–4). Saulus mendengar suara Tuhan Yesus pada perjalanannya menuju Damsyik dan ia pun segera menerima petunjuk-Nya (band. Kis. 9).

Allah senantiasa memanggil kepada keselamatan

Panggilan Allah berlaku bagi setiap manusia dan senantiasa tertuju pada keselamatan. Ia ingin membawa kita kepada keselamatan (band. 1 Tim. 2:4). Sayangnya tidak semua orang mau menerima panggilan ini (band. Luk. 14:18–24). Jika Allah memanggil, maka hal itu selalu berkenaan dengan, agar, bagaimana manusia yang dalam keadaannya yang tidak ilahi ini, dapat dipindahkan ke dalam keadaan, yang memperoleh perkenan hati-Nya.

Allah memanggil

  • dari kegelapan dan membawa kita kepada terang-Nya yang ajaib (band. 1 Ptr. 2:9). Bagi orang-orang yang telah dibawa kepada terang ilahi ini, mereka diharapkan untuk menjadi terang, dengan cara menjalani suatu kehidupan dalam citra Kristus.
  • dari dalam keadaan tertawan kepada kebebasan yang sejati (band. Gal. 5:13). Barangsiapa membiarkan dirinya dipanggil untuk memperoleh kebebasan dalam Kristus, maka ia juga akan menerima tenaga, untuk melepaskan diri dari ikatan-ikatan dosa.
  • dari keadaan yang tidak murni / tercemar kepada kesucian (band. 1 Tes. 4:7). Barangsiapa memutuskan diri untuk mengikut Kristus, ia hendaknya senantiasa berpaling kepada Allah saja, serta berusaha menselaraskan hidupnya, sesuai dengan kehendak Allah dan dengan demikian, ia juga akan berusaha untuk mengarah kepada kesempurnaan.

Oleh Allah kita dipanggil kepada persekutuan dengan Sang Putera, Tuhan Yesus Kristus (band. 1 Kor. 1:9). Tujuan kita dipanggil ke dalam persekutuan ini adalah untuk diperkenankan hidup dalam kemuliaan yang kekal bersama-sama dengan Allah, Sang Bapa dan Sang Putra. (band. 1 Ptr. 5:10). Panggilan Allah ke dalam kerajaan-Nya adalah awal keselamatan bagi kita secara pribadi dan memerlukan suatu jawaban yang tegas dari kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar