Sabtu, 13 Agustus 2016

Datanglah Kerajaan-Mu (Matius 6:9,10)


Nas Alkitab :

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu.

Doa “Bapa Kami” memiliki makna yang penting di dalam setiap kebaktian. Melalui sapaan “Bapa Kami”, Yesus Kristus, berbagi dengan kita satu hubungan yang istimewa, yang telah Ia miliki dengan Allah Yang Mahakuasa. Jika kita memohon kepada Allah secara bersama-sama sebagai satu sidang jemaat, menjadi jelas bahwa Allah Tritunggal berada di tengah-tengah sidang jemaat. Doa bersama yang sepenuh hati memiliki satu dampak yang mempersatukan, yang dapat mengarahkan pada kebersamaan yang lebih baik di dalam sidang jemaat. Semua permohonan disampaikan kepada Tuhan bersama-sama. Dengan demikian kita berdoa untuk diri kita sendiri maupun juga untuk saudara-saudari kita.

Doa Bapa Kami merupakan salah satu teks terpenting dari khotbah di bukit. Di sanalah Yesus mengajar murid-murid-Nya tentang bagaimana mereka hendaknya berdoa, yaitu dengan kata-kata yang singkat, tetapi berbobot.
“Datanglah Kerajaan-Mu” adalah permohonan akan perwujudan kerajaan Allah yang sempurna. Khotbah tentang kerajaan Allah yang sudah dekat dan semakin dekat, menjadi pusat pemberitaan yang penuh makna.

Kerajaan Allah

Kerajaan Allah hadir di dalam Yesus Kristus. Ia memulai pekerjaan-Nya di depan umum, dengan pemberitaan tentang Kerajaan Allah (Mrk. 1: 15). Titik pusat khotbah-Nya, ada pada kerajaan Allah dalam bentuknya yang sekarang dan yang akan datang.
Dengan demikian “kerajaan Allah” adalah :

  • Yesus Kristus sendiri. 
  •  gereja-Nya.

Gambaran tentang “kerajaan Allah”, juga merupakan satu petunjuk yang jelas bahwa Yesus Kristus memerintah gereja-Nya.

Keputusan untuk kerajaan Allah

Di dalam berbagai perumpamaan, Yesus menggambarkan kerajaan Allah dengan poin-poin penekanan yang berbeda (Mat. 13).Di masing-masing perumpamaan itu, Ia menggambarkan berbagai ciri khas yang membentuk sifat kerajaan Allah. Misalnya, perumpamaan tentang harta yang terpendam di ladang, mengungkapkan tentang betapa pentingnya untuk menetapkan prioritas-prioritas dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat dan jelas untuk mencapai kerajaan Allah.

Kerajaan Allah di dalam diri kita

Upaya kita sebenarnya adalah untuk memungkinkan kerajaan Allah menjadi nyata di dalam diri kita, dengan kata lain, untuk mengembangkan dan menyatakan sifat Yesus di dalam diri kita, tentunya dengan pertolongan Allah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menghayati dan mewujudkan ciri-ciri kerajaan Allah, dalam diri kita dan melalui sikap, sifat, perilaku dan perkataan kita.

Satu contoh untuk hal ini adalah keputusan kita secara tegas, jelas dan berkelanjutan, untuk berpihak pada Tuhan dan Injil-Nya dan pengajaran yang disampaikan di dalamnya. Untuk itu kita memerlukan kemurahan-Nya dan juga kesiap-sediaan kita untuk bertumbuh sesuai dengan citra dan teladan Yesus.

Kerajaan Allah di masa yang akan datang

“Kerajaan Allah” juga berarti pengharapan akan masa depan kita. Setelah kedatangan Kristus kembali, kerajaan Allah akan terwujud di dalam :

  • perkawinan Sang Anak Domba (Why. 19:6,7), 
  • kerajaan damai, 
  • pemerintahan Allah yang kekal di dalam ciptaan yang baru. 
  • hidup yang kekal.

Dengan demikian, permohonan kita bersama-sama “Datanglah Kerajaan-Mu”, juga berisi kerinduan kita untuk menjadi seperti Yesus dan untuk hidup di dalam persekutuan yang kekal dengan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar