Minggu, 07 Agustus 2016

Alkitab, Jawaban Atas Semua Pertanyaan?



Nas Alkitab :

“Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah, yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:12-13).

Di banyak kalangan umat Kristen, ada suatu pemahaman yang berlaku bahwa, Alkitab berisi jawaban atas semua pertanyaan, dan bahwa seseorang dapat saja  menemukan nasehat, atau mengambil petunjuk yang tepat, atau sebagai pembenar, untuk berbagai tindakannya dari ayat-ayat yang ada di halaman Alkitab, dalam upaya memahami berbagai situasi kehidupan.

Seseorang yang menggunakan argumen tersebut, mungkin saja dengan mudah menggunakan ayat-ayat dalam Alkitab sebagai pembenar untuk mempertahankan hukuman mati, misalnya. Tetapi dalam hal ini, perlu disadari bahwa kita tidak membicarakan masalah pro-kontra tentang hukuman mati. Masalahnya di sini adalah bahwa, banyak orang, sering kali menggunakan dan mengambil sepenggal bagian dari Alkitab, sebagai pembenar akan sikap dan tindakannya, kemudian meningkatkannya ke level suatu dogma, dan menggunakannya untuk membangun keseluruhan konstruksi suatu doktrinal.

Di masa lalu kami memahami Alkitab dan melakukan hal yang sama, sebagaimana kalangan umat Kristen pada umumnya. Sekarang, kami memiliki pemahaman yang lebih jauh tentang bagaimana untuk memahami Alkitab. Alkitab harus dilihat secara keseluruhan. Banyak hal dari Perjanjian Lama, hanya dapat dipahami, ketika mereka membaca dalam terang Perjanjian Baru dan menyesuaikan dengan terang pengajaran Yesus. Dengan cara pemahaman yang sedemikian itu, akan menjadi sangat jelas, bahwa tidak setiap pernyataan dalam Alkitab memiliki bobot yang sama. Sebagai contoh, adalah penting untuk membuat perbedaan antara pernyataan-pernyataan dalam Alkitab, yang perlu, penting dan sangat menentukan bagi keselamatan jiwa kita, dengan  hal-hal yang hanya terikat untuk waktu tertentu, hanya berlaku untuk situasi historis tertentu, atau untuk orang yang hidup pada masa itu. 

Perlu disadari juga bahwa Alkitab tidak berisi semua apa yang dikatakan Tuhan tentang segala situasi yang terjadi pada masa yang lampau, atau bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam Alkitab memiliki validitas, prioritas, atau arti yang sama. Di kitab Yohanes, Yesus mengatakan, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah, yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yohanes 16:12-13). 

Juga di bagian lain, masih di kitab Yohanes, Yesus mengatakan, “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 14:26).

Meski demikian, di sisi lain, tidak bisa kita pungkiri dan sangatlah jelas, bahwa Alkitab bukanlah hanya sekedar sebuah buku, yang merupakan bagian dari sebuah buku antik (kuno) yang dijual di toko-toko buku. Sebaliknya, Alkitab tetaplah memiliki nilai yang sama, baik pada masa sekarang ini, seperti  halnya pada masa yang lampau. Ini adalah buku untuk waktu (jaman) kita, bahkan untuk hidup sebagai orang Kristen pada masa sekarang ini. Dan, adalah sangat bermanfaat untuk membacanya!

Sebagai kesimpulan, adalah perlu untuk memahami dan melihat Akitab secara keseluruhan dan tidak sepenggal-sepenggal. Adalah perlu untuk memahami Perjanjian Lama, dalam terang Perjanjian Baru dan menyesuaikan dengan terang pengajaran Yesus.

Tidak bisa kita menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya alat dan sebagai satu jawaban atas semua pertanyaan. Ada banyak hal yang masih akan dikatakan dan diajarkan kepada kita oleh Tuhan Yesus, setelah beliau pulang kepada Sang Bapa. Pekerjaan, pemberitaan dan pengajaran para Rasul adalah salah satu bukti pekerjaan Roh Kudus, yang memberikan jawaban, petunjuk, nasehat atas berbagai pertanyaan, masalah dan situasi yang terjadi, setelah Tuhan Yesus wafat di atas kayu salib. Dan pekerjaan Roh Kudus, yang juga  nyata dalam pekerjaan, pemberitaan dan pengajaran para Rasul pada masa sekarang ini, akan berlangsung terus sampai masa kemurahan berakhir. “…Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar