Senin, 08 Agustus 2016

Persekutuan Dalam Nama Tuhan (Matius 18:20)


Nas Alkitab :

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

Mat. 18:20 memiliki kesesuaian di dalam tradisi Yahudi, di mana dengan penghargaan yang tinggi, mereka senantiasa membicarakan perihal pendidikan Taurat: “Jika dua orang duduk bersama dan menyibukkan diri dengan kata-kata dalam Taurat, maka kehadiran Allah (shekinah), ada di antara mereka.”

Melalui kehadiran Tuhan Yesus, perhimpunan orang-orang Kristen mendapatkan martabat dan harkatnya. Itulah sebabnya, teks ini tergolongkan ke dalam pernyataan-pernyataan Kristologi yang penting di dalam Perjanjian Baru. Misalnya, di dalam kutipan pernyataan Mat. 28:20: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman (akhir dunia ini)”.

Pada setiap kebaktian Tuhan mengundang kita: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Namun tidak hanya pada saat berkumpul dalam kebaktian saja, janji penghiburan pada nas Alkitab di atas, berlaku untuk kita, melainkan pada setiap kebersamaan dalam sidang jemaat, yang terjadi dalam Roh dan citra Kristus. Nas Alkitab sekaligus juga mengingatkan akan apa yang harus dipenuhi, agar dapat merasakan kehadiran Tuhan Yesus secara pasti dan untuk dapat menghayatinya.

Berkumpul di dalam nama-Nya

Untuk berkumpul di dalam nama Tuhan, pertama-tama, kita dapat merujuk pada suatu petunjuk tentang kemanunggalan dalam Tuhan, yang ditunjukkan di ayat 19. Memang, kita semua berbeda dan tetaplah berbeda di dalam pikiran, perasaan dan reaksi kita. Meski demikian perbedaan-perbedaan ini hendaknya tidak ditonjol-tonjolkan. Pada kata-kata “dalam nama-Ku”, diberikan suatu tatanan yang lebih tinggi. Ia menunjukkan, bahwa meskipun terdapat berbagai perbedaan, orang dapat secara bersama-sama mengarahkan pandangannya pada Tuhan Yesus Kristus. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi, jika pada saat ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus,
  • mereka terdorong untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, Sang Bapa, untuk segala sesuatu yang telah Beliau sediakan bagi mereka, sebagaimana dapat kita lihat ketika Tuhan Yesus berdoa. Ia -pun senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, Sang Bapa, untuk segala sesuatu yang telah Beliau sediakan, (band. Mat. 15:36).
  • setiap orang dari antara mereka, dengan senang hati dan siap sedia melayani dalam sidang jemaat, untuk meningkatkan citra dan Roh Kristus di dalam diri mereka (band. Mat. 20:28).
  • mereka menjumpai satu dengan yang lain sebagai saudara dan saudari dalam Tuhan dan dengan demikian mengikuti petunjuk Tuhan, untuk senantiasa bersikap sederhana dan rendah hati (band. Mat. 23:5-12).
  • setiap orang dari antara mereka mau mengambil bagian dalam kekhawatiran-kekhawatiran sesama manusia dan di dalam doa bersama memperantarakannya (band. Kis. 12:5).

Jika kita mengambil Tuhan Yesus sebagai contoh teladan, kita akan dapat merasa yakin akan kedekatan Tuhan yang penuh belas kasihan, khususnya dalam kebaktian.

Jadi, dengan demikian terdapat hubungan antara sikap kita dan tergenapkannya janji Tuhan pada kita: “maka Aku ada di tengah-tengah mereka”.

Tuhan ada di tengah-tengah milik-Nya

Alkitab berkali-kali memberikan keterangan mengenai kehadiran Tuhan dan dampak kehadiran-Nya. Sesuai dengan janji-Nya: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat. 28:20). Ini juga dapat dialami pada masa sekarang ini.

Kehadiran Tuhan memberikan
  • kepastian – Di dalam diri kita dan di sekitar kita ada banyak “badai” yang dapat diredakan, jika kita melakukan kehendak-Nya dan meraih tangan-Nya (band. Mat. 14:32).
  • damai sejahtera – Damai sejahtera dari Yang Telah Bangkit, memampukan kita untuk, sebagaimanaTuhan, juga dapat berbagi damai sejahtera satu dengan yang lain (band. Mrk. 14:6).
  • sukacita – Tuhan Yesus senantiasa menghidupkan serta menumbuhkan pengharapan dalam hati “pengantin perempuan” Tuhan dan menunjukkan kepastian akan hidup yang kekal (band. Luk. 10:20). Itu menguatkan sukacita satu dengan yang lain.
  • ketekunan – firman-Nya menjadikan kita dapat mengenali dan mengakui Dia dan itu memberikan tenaga kepada kita, untuk tetap tinggal pada-Nya, sebagaimana yang dilakukan murid-murid-Nya (band. Yoh. 6:68,69).

Jika kita dapat menghayati akan setiap kehadiran-Nya, itu sebenarnya adalah penghayatan awal atas apa yang telah dipersiapkan bagi para milik-Nya, pada hari kedatangan-Nya nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar