Rabu, 10 Agustus 2016

Pengampunan Dosa (1 Yohanes 1:8,9)


Nas Alkitab :

Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengakui dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan

Pengampunan dosa adalah suatu perbuatan Allah yang luar biasa, yang hendaknya senantiasa secara baru, menyentuh hati kita. Rasul Yohanes menulis.

Kita semua yakin, tidak seorangpun diantara kita dengan sombong dapat berkata, “aku tidak membutuhkan kemurahan, karena aku tidak memiliki dosa-dosa!” Itu bukanlah bahaya pada masa sekarang. Sebaliknya yang berbahaya adalah, jika orang hanya  memikirkan masalah perbuatan dosa dengan sangat dangkal. Pernyataan seperti yang tertulis berikut ini, seperti yang terdapat pada nas di atas : “Jika kita mengakui dosa kita (kepada Tuhan) …” mari kita taruhkan sebagai titik pusat. Pengakuan ini perlu, agar Ia, Sang maha-Pengampun, berbelas kasihan kepada kita.

Di dalam pengertian alkitabiah, pengakuan ini merupakan suatu bukti kesadaran kita bahwa kita tahu dan yakin bahwa kita adalah orang yang berdosa. Semua orang mengetahuinya. Tetapi jika orang sedikit lebih banyak menyibukkan diri dengan itu, akan timbul pikiran: Pengakuan juga berarti, untuk menyadari akan perbuatan dosa yang telah dilakukan. Dan pada masa sekarang ini, sikap yang sedemikian itu berada dalam keadaan yang agak buruk.

Siapakah yang masih mengingat dosa-dosanya, ketidaksempurnaan-ketidaksempurnaan, kelemahan-kelemahan? Itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan, orang lebih suka untuk tidak membahasnya. Pada satu perbincangan, ada saudara-saudari yang berkata: “Saya sama sekali tidak mau diingatkan pada kelemahan-kelemahanku.” Pernyataan yang sedemikian itu tidak baik. Pengakuan yang diucapkan, bahwa kita menyadari dosa-dosa kita, itu sangat penting untuk dapat secara sadar mendorong kita untuk meraih kemurahan. 

Tidaklah heran, bahwa kita tidak atau belum tentu menyadari semua dosa kita. Banyak dosa yang terjadi di bawah kesadaran. Oleh karena itu permohonan, semoga Allah mengaruniakan kemurahan yang sepenuhnya, termasuk untuk kelemahan-kelemahan kita yang  sama sekali tidak kita sadari, senantiasa merupakan hal yang sangat diperlukan. Selanjutnya, mari kita mawas diri, berintrospeksi, ketidaksempurnaan-ketidaksempurnaan manakah yang masih ada, dan marilah kita berusaha untuk menempatkan diri kita dengan sangat sadar di bawah kemurahan Allah.

Tujuannya harus tetap, yaitu dengan berjalannya waktu, kita semakin banyak mengenali kelemahan-kelemahan kita dan berusaha untuk dapat terbebas darinya. Dengan pengampunan yang terus menerus diberikan dan diperbaharui oleh Allah, menjadikan kita menjadi semakin kuat untuk berkuasa atas dosa dan dapat keluar sebagai pemenang atas perang melawan dosa. Pemenang, adalah mereka yang telah dapat belajar untuk mengusai diri sendiri. Hal itu memampukan kita untuk dapat berkuasa. Bukan berkuasa dalam arti duniawi, melainkan untuk memerintah di dalam Kerajaan Damai, bersama dengan Kristus dalam persekutuan yang abadi dan tidak terpisahkan.

Demikianlah kita semua hendaknya senantiasa sadar dan mawas diri untuk berusaha meraih kemurahan Allah dengan penuh kepatutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar