Senin, 15 Agustus 2016

Pentakosta 1 (Yehezkiel 36:27)



Nas Alkitab :



Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya



Dengan penuh hormat kita memandang peristiwa yang luar biasa di masa lampau, yang diberitakan di dalam Kisah para Rasul pasal 2, dan dengan hati yang bersih kita ingin meraih mujizat pernyataan Allah pada masa sekarang. Setiap kali kita merayakan hari Pentakosta, yang berarti kita juga merayakan hari kelahiran Gereja Kristus, kita ingin merayakannya dengan hati yang riang dan di dalam penantian, agar janji Tuhan, untuk mengambil milik-Nya, dapat segera tergenapkan.



Kita wajib bersyukur kepada Allah dan Bapa kita, karena Ia telah memberikan Roh-Nya kepada kita. Dimeteraikan dengan Roh Kudus adalah salah satu perbuatan besar dan agung, yang dilakukan Allah kepada kita. Hal ini baru akan kita pahami di dalam ukuran yang sepenuhnya, apabila kita telah sampai pada tujuan. Kini Roh itu ingin menuntun dan memimpin sepanjang hidup ini dan melalui firman-Nya, Roh Kudus ingin membawa kita menuju pada kerampungan pekerjaan keselamatan Allah.



Untuk itu yang penting, adalah untuk berjalan seturut dan selaras dengan perintah-perintah Allah. Di dalam Matius 22:37-40 kita baca, bahwa Yesus merangkumkan semua perintah dan hukum-hukum dan semua petunjuk nabi-nabi dalam dua hukum: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap budimu. […] Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”



Mengasihi Allah berarti:

  • menghindari dosa 
  • hidup di dalam rasa takut akan Allah 
  • turut bekerja pada kerampungan (pada diri sendiri dan di dalam pekerjaan kelepasan yang tunggal).


Sedangkan mengasihi sesama manusia berarti

  • tidak menghakimi sesama 
  • tidak menipu dan menyedihkan sesama 
  • senantiasa menjumpai sesama dengan penuh kasih dan ramah 
  • mengatakan kepada sesama, bahwa firman dan kemurahan adalah sarana untuk mencapai keselamatan.

Siapakah sesama kita itu? Terutama adalah saudara-saudari di dalam Tuhan! Apabila poin-poin yang disebutkan diperhatikan, keadaan di dalam sidang jemaat akan indah dan hangat dan kemudian para tamu juga akan datang. Dan dengan demikian hukum-hukum dan petunjuk-petunjuk Allah akan senantiasa terjaga dalam hati kita. Memegang hukum Allah artinya, bahwa

  • kita menghadiri kebaktian-kebaktian dan meraih firman Allah yang disediakan bagi semua orang dan membiarkan firman itu menciptakan kepercayaan dalam jiwa kita. 
  • pada setiap Perjamuan Kudus, kita juga dapat memperbaharui janji kita di dalam hati. 
  • kita mampu mempersembahkan kurban, karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mempersembahkan kurban yang terbesar untuk kita semua. Apabila kita mengurbankan manusia rohani kita bagi Tuhan, maka kita dapat dan akan senantiasa mengasihi Dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar