Jumat, 19 Agustus 2016

Manunggal Di Dalam Sang Bapa Dan Sang Putera (Yohanes 17:20-21)



Nas Alkitab :

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, Tetapi juga untuk orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, Ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, Supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.
 
Doa imamat agung di dalam Yohanes 17 adalah bukti yang menakjubkan, bagaimana Sang Putera Allah bercakap-cakap dengan Bapa Surgawi. Di samping itu, doa ini juga memberikan kepada kita wawasan mengenai pikiran-pikiran yang menggerakkan Kristus, pada petang sebelum Ia mempersembahkan kurban-Nya yang agung. Di dalam pengetahuan mengenai penderitaan dan kematian-Nya yang sudah dekat, Tuhan juga berdoa bagi kita. Ia tidak berbantah-bantah atau bertanya-tanya apa yang akan Ia alami, tetapi tetap sadar: bahwa Bapa-Ku mengasihi aku dan ingin memuliakan aku.

Ia yang dapat berkata mengenai diri-Nya: “Aku dan Bapa adalah satu.”(Yohanes 10:30), juga berdoa memohon kemanunggalan para Rasul-Nya (Yohanes 17:11) dan agar mereka dapat dikuduskan oleh kebenaran firman Allah. Nas  kita berisi permohonan bagi mereka yang akan percaya melalui pemberitaan Injil oleh para Rasul. Oleh karena itu mempercayai kata-kata para utusan Yesus, merupakan langkah pertama untuk menjadi satu.
  • Dengan mereka dan sidang jemaat “supaya mereka semua menjadi satu”.
  • Dengan Sang Bapa dan Sang Putera “agar mereka juga satu di dalam Kita, sama seperti Kita adalah satu.
Kemanunggalan para Rasul dan orang-orang yang percaya kepada Allah ini, oleh Rasul Paulus di terangkan dengan perumpamaan tubuh Kristus. Kristus adalah kepala, gereja adalah tubuh-Nya. Sama seperti tubuh manusia, masing-masing anggota tubuh berbeda. Sama juga keadaannya di dalam sidang jemaat Tuhan: ada banyak anggota, semuanya berbeda – tetapi semua bersatu dan membentuk satu tubuh. Banyak karunia Roh bekerja di dalam sidang jemaat, di antaranya ada yang  di tetapkan oleh Allah: pertama-tama para Rasul (bandingkan dengan 1 Korintus 12:12-28). 

Mereka memeteraikan jiwa-jiwa dengan Roh Kudus atas tugas dari pengutusnya, Yesus Kristus dan dengan cara ini, anggota-anggota baru ini di tambahkan ke dalam sidang jemaat. Mereka bekerja bersama-sama dengan para Pemangku Jawatan yang lain, dan menjaga agar bagian-bagian tubuh ini tetap tinggal di dalam kepercayaan, teguh di dalam pengharapan dan setia di dalam kasih.

Dan apakah tugas setiap anak Allah? Hal ini tidak tergantung pada tugas Jawatan yang diemban atau karunia-karunia Roh. Mereka berusaha untuk menyatakan kasih, sebagaimana di ungkapkan dengan sangat jelas di dalam 1 Korintus 13. Untuk dapat tumbuh di dalam kasih, ini merupakan tugas masing-masing dari setiap pribadi di antara kita. 

Melalui Kemeteraian Suci, suatu dasar yang kokoh telah di letakkan. Kasih Allah di curahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus. Semakin kita membiarkan Roh ini bekerja, maka sikap kita terhadap Allah dan sesama saudara-saudari kita sekepercayaan, akan di tandai oleh kasih, gereja semakin jelas dapat di kenali sebagai tubuh Kristus. Dan semakin mudah bagi orang-orang di sekitar kita untuk mengenali pekerjaan keselamatan yang didirikan oleh Allah di dalam gereja.

Jika kita berada di dalam kasih Allah, maka kita manunggal dengan Sang Bapa dan Sang Putera (bandingkan dengan 1 Yohanes 4:16). Kemanunggalan ini akan menjadi sempurna, apabila Sang Bapa mengutus Putera-Nya sekali lagi dan Kristus mempersatukan para milik-Nya dengan diri-Nya. Sungguh-sungguh merupakan suatu masa depan yang di berkati – bersekutu dengan Allah untuk selama-lamanya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar