Sabtu, 20 Agustus 2016

Semakin Kaya Dalam Pengharapan (Roma 15:13)



Nas Alkitab :
 
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera  dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus, kamu semakin kaya di dalam pengharapan.(Salinan Alkitab Jerman)

Nas tersebut memiliki hubungan yang indah dengan apa yang ditulis Rasul Petrus: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada satu hidup yang penuh harapan” (1 Petrus1:3). Dasar rahasia dari pengharapan kita ada di dalamnya; di dalam kelahiran baru dan di dalam kenyataan kebangkitan Kristus. 

Pengharapan adalah buah kepercayaan. Pengharapan berasal dari pengandalan kepada Allah dan senantiasa dapat semakin teguh melalui tenaga Roh Kudus. Dan pada apakah kita berharap? Kita menaruhkan pengharapan kita pada kehidupan yang sebenarnya, yang akan datang dan yang kekal dan selain itu, agar Roh Kudus senantiasa mengendalikan kita. Barangsiapa memiliki pengharapan, mereka juga akan memiliki sukacita dan damai sejahtera!

Sukacita adalah tenaga penggerak, sukacita dapat menghalau kelelahan dan rasa kantuk, menyingkirkan sikap acuh tak acuh dan kedangkalan. Firman di dalam Alkitab senantiasa tergenapkan: “Sukacita pada Tuhan adalah kekuatan kita (Nehemia 8:10). Dan damai sejahtera menciptakan keselarasan surgawi di dalam jiwa. Kita senantiasa mengambil damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus, Raja Damai dan Yang Telah Bangkit. Adalah sesuatu yang khas, bahwa Tuhan sebagai Yang Telah Bangkit pertama-tama berkata kepada murid-murid-Nya: “Damai sejahtera menyertai kamu!” (Yohanes 20:19). Semoga damai sejahtera ini senantiasa melindungi hati dan kesadaran kita di dalam Yesus Kristus.

Dengan demikian kita menjadi semakin kaya di dalam pengharapan! Semoga firman dari Ibrani 6:11 tergenapkan pada diri kita: “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kerajinan yang sama untuk memegang teguh pengharapan itu sampai pada akhirnya.”(SAJ) kerajinan ini sebenarnya hanya mungkin, 
  • jika hati kita berkobar-kobar di dalam kasih kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya, 
  • jika kasih yang mula-mula memerintah dan memimpin kita
  • jika kasih ini adalah tenaga pendorong untuk semua pekerjaan yang baik. 
Barangsiapa memegang teguh pengharapan itu sampai pada akhirnya, akan tetap setia dan dengan demikian memperoleh mahkota hidup yang kekal (bandingkan dengan Wahyu 2:10).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar