Minggu, 14 Agustus 2016

Doa Sangat Dibutuhkan (Kolose 4 : 2-3)



Nas Alkitab :

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenaNya aku dipenjara. 



Rasul Paulus berpesan agar kita tetap bertekun dalam doa atau dengan kata lain Tetaplah Berdoa. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh (terjemahan Yunani: energis) sangat besar kuasanya (bandingkan dengan Yakobus 5:16). Orang-orang Yahudi yang saleh (percaya) di Yerusalem, siang malam mereka bertekun, sehati dan sepikir dan berhubungan dengan Allah di dalam doa. (KPR 1:14;  2:42, 46;  6:4). Rasul Paulus juga menghimbau orang-orang di Tesalonika untuk berdoa tanpa henti (bandingkan dengan 1 Tesalonika 5:17)



Bertekunlah di dalam doa, mengandung arti bahwa doa kita itu hendaknya :

  • dilakukan secara terus menerus 
  • dengan segenap tenaga
  • dengan segenap kepercayaan 
  • dengan segenap pengharapan 
  • dan dilakukan dengan suatu pergumulan untuk mendapatkan pertolongan dan berkat ilahi

Meskipun demikian Tuhan juga mengingatkan kita bahwa pada saat kita berdoa, hendaknya doa kita itu :

  • jangan dangkal, karena telah menjadi suatu kebiasaan sehari-hari
  • jangan bertele-tele sebagaimana orang kafir (bandingkan dengan Matius 6:7)

Sebenarnya, bagi kita doa itu merupakan kesempatan untuk menyatakan rasa syukur dan penyembahan kepada Allah dan juga hendaknya mencakup keinginan untuk membentuk kehidupan kita sesuai dengan kehendak Allah. Banyak alasan bagi kita untuk menyatakan rasa syukur kita dalam doa, antara lain

  • terpilihnya sebagai Anak allah 
  • atas pertolongan, perhatian dan kasih sayang Allah 
  • atas tindakan-tindakan-Nya 
  • atas berkat-Nya

 Dengan rasa syukur yang kita nyatakan secara berulang-ulang, akan dapat

  • menghidupkan doa 
  • memelihara rasa takut akan Allah 
  • memelihara rasa hormat pada Allah

Selain rasa syukur, memuji dan memhonkan segala sesuatu yang kita buthkan untuk keperluan jasamani dan rohani, jangan dilupakan untuk menyatakan doa perantara (doa Syafaat). Doa-doa syafaat ini hendaknya juga mencakup doa perantara untuk pembawa berkat kita:

  • agar dapat nyatakan khotbah yang berbobot dan meyakinkan 
  • agar hamba-hamba Allah yang melayani menjadi alat kerja yang diberkati di dalam tangan Allah 
  • agar dapat berbicara tentang rahasia Kristus sebagaimana yang diungkapkan Rasul Paulus (Kolose 4:2-3)

Mengapa para hamba Allah juga dimohonkan untuk dapat berbicara tentang rahasia Allah dan Kinerja Kristus. Hal ini sangat diperlukan, sebab
  • rahasia Allah dan kinerja Kristus tidak dapat diselami oleh akal manusia 
  • dibutuhkan kepercayaan untuk memahami rahasia Allah 
  • dibutuhkan doa yang sungguh-sungguh, agar di dalam kebaktian-kebaktian, Roh Allah menuntun kita kepada seluruh kebenaran (bandingkan dengan Yohanes 16:13) agar perkara yang penting untuk kerampungan jiwa, dibukakan bagi kita 
  • Rasul Paulus juga mengakui, bahwa pengetahuannya hanya terdiri dari bagian-bagian, yang akan berakhir, jika “yang sempurna” tiba. (bandingkan dengan 1 Korintus 13:9-10)

Oleh karena itu,  :

  • Doa-doa kita hendaknya sungguh-sungguh, mendalam dan terus menerus 
  • Dalam doa, kita hendaknya senantiasa dapat bersyukur, karena rasa syukur, pada gilirannya juga akan menghidupkan doa 
  • Marilah kita juga mendukung para pembawa berkat kita dalam setiap kebaktian dengan doa-doa yang khusyuk, untuk dapat mewartakan rahasia Ilahi dan kinerja Kristus bagi kehidupan dan keselamatan jiwa kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar