Jumat, 22 Juli 2016

Menguji Hati



Nas Alkitab : 

“Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati…(1 Tawarikh 29:17)


Setiap anak sekolah jika akan menapak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka mereka harus melalui suatu ujian. Semua sepakat bahwa ujian itu sangat dibutuhkan untuk menguji seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama mereka menempuh pendidikan pada jenjang pendidikannya. 

Di dalam 1 Tawarikh 29:17, dikatakan bahwa "Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati.....". Di sini jelas tampak bahwa Allah tidak ingin menguji pengetahuan dan kemampuan teknis kita, sebab semua itu tidak penting bagi Allah. Ia ingin menguji hati kita. Ia ingin melihat kesetiaan dan kemenurutan kita. 


Memang,  Tuhan tidak akan menguji kita seperti Ayub atau melebihi kemampuan kita. Ia tidak selalu menguji kita dengan penderitaan atau kesusahan, tetapi tidak jarang Allah menguji hati kita dengan suatu keberhasilan atau kondisi yang menyenangkan, seperti yang diinginkan kebanyakan orang di dunia ini.  Dalam hal Ia ingin menguji hati kita, apakah kita masih memiliki kerendahan hati dan tetap menaruh iman, pengandalan dan pengharapan pada Tuhan.

Ia sebenarnya hanya ingin menuntun kita untuk sampai pada suatu keadaan, dimana akan nampak jelas bagaimana sikap kita terhadap Tuhan. Kita diharapkan untuk senantiasa sadar dan kritis terhadap diri kita sendiri, agar kita dapat senantiasa mengenali diri sendiri dengan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar