Label

Tampilkan postingan dengan label Kebaktian Istimewa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebaktian Istimewa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Allah Menolong (Mazmur 44:27)


Nas Alkitab :

Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!  
 
Allah menolong dengan berbagai cara di dalam setiap kebaktian melalui pelayanan malaikat-Nya dan semua karunia kemurahan-Nya yang kita terima di dalam hidup kita. Terang dan kehidupan, kedua-duanya terdapat di dalam firman Allah. Tangan-Nya mengarahkan dan menuntun; apabila tangan-Nya di rentangkan ke atas kita, tangan itu menciptakan damai sejahtera di dalam hati kita dan memungkinkan kita untuk bersyukur dan merasa puas dengan semua perkara yang kita alami.

Kita dihibur di dalam pengetahuan, bahwa mata Sang Bapa menjaga kita. Siang dan malam Ia memandang kita, sesuatu yang hanya mungkin bagi Yang Mahakuasa. Penulis Mazmur mohon: “Bersiaplah menolong kami…”. Marilah kita juga menerapkan kata-kata ini di dalam kepedulian kita terhadap jiwa-jiwa yang telah berada di alam sana. Jiwa mereka masing-masing, berada di dalam keadaan yang sepadan dengan Roh yang menguasai mereka selama berada di dunia.

Hari ini pintu kemurahan terbuka, sehingga mereka yang merindukan kemurahan dan mereka yang Allah berikan karunia kemurahan-Nya, dapat menghampiri mezbah yang hidup. 

Dari siapakah mereka mengenal mezbah kemurahan ini? Dari para utusan damai yang memberitakan Injil Kristus kepada semua jiwa yang berada di alam sana. “Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu.” Kita baca nas kita. Bagaimana Tuhan membebaskan kita? Melalui tenaga yang timbu dari pengurbanan Kristus. Dan tenaga ini terdapat di dalam jawatan Rasul. Tak seorang-pun yang dapat menghapuskan firman yang di ucapkan Kristus kepada para Rasul-Nya: “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya di ampuni…”(Yohanes 20:23) dan “Apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga…”(Matius 18:18). Inilah cara Tuhan membebaskan.

Dan ada sesuatu yang lain yang penting: penyesalan yang mendalam dan keputusan untuk bertobat. Apabila kita mengenali apa yang salah, kemudian kita menyesal dan berusaha untuk mengubahnya di masa yang akan datang. Ini berarti kita bertobat dan berbalik untuk mengikuti peraturan ilahi.

Dan barangsiapa benar-benar bertobat dan berusaha untuk berbuat sesuai dengan kehendak Allah, ia juga akan mengalami kebaikan Allah. Inilah perkembangan yang dapat kita alami : Pertama, firman bekerja. Firman adalah kunci yang membuka pintu pengertian: “Kita membutuhkan kebebasan.” Kemudian kebebasan disediakan melalui pengorbanan Yesus. Dan jiwa yang telah di bebaskan akan mengalami kebaikan Allah. Ia akan mengerti arti kehidupan dan sadar akan masa depan yang mulia. Di dalam kepastian ini kita terus melanjutkan berjalan bersama-sama di atas jalan kepercayaan kita.

Senin, 29 Agustus 2016

Mengalahkan Kejahatan (1 Yohanes 5:5)

Nas Alkitab :

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? 

Di dalam nas Alkitab kita, istilah “dunia” tidak menunjuk pada pribadi, melainkan pada kekuasaan kejahatan. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, kejahatan memiliki kuasa atas ciptaan dan semua manusia. Beberapa contoh kejahatan antara lain kebohongan dan iri hati, keserakahan dan kebencian, kekerasan dan kematian.

Yesus telah mengalahkan kejahatan

 
Untuk melepaskan manusia dari kejahatan, Allah mengutus Putra-Nya ke dunia. Dahulu kejahatan menampakkan diri dengan cara yang sama seperti saat ini. Sebagai contoh dapat disebutkan:

  • pembunuhan anak-anak  di Betlehem (Mat. 2:16);
  • kebohongan dan korupsi (Mat. 26:59; 28:12);
  • peperangan yang dahulu dilakukan oleh orang-orang Roma dan penganiayaan orang-orang Kristen.
Yesus tidak hanya hidup di dunia yang didominasi oleh kejahatan, tetapi Ia sendiri juga telah mengalaminya: Ia dikhianati, divonis dengan tidak adil, disiksa dan dihukum mati. Namun demikian, Ia tetap menang atas kejahatan. Semua yang harus Ia derita, tidak dapat menggoyahkan hubungan-Nya dengan Bapa-Nya; Ia tetap menurut hingga akhirnya.

Melalui kurban-Nya pada kayu salib, memungkinkan manusia untuk dapat diselamatkan “dari dunia jahat yang sekarang ini” (Gal. 1:4). Setelah kematian-Nya, Ia mengkhotbahkan Injil kepada orang-orang mati yang menyerah pada kejahatan dengan menolak keselamatan yang diberitakan oleh Nuh (1 Ptr. 3:19,20).


Kepercayaan kepada Yesus Kristus mengalahkan kejahatan 

Untuk memperoleh keselamatan, kita harus percaya kepada Yesus Kristus dan kepada khotbah Injil. Kepercayaan ini harus nyata dalam perbuatan-perbuatan: Orang-orang percaya harus menyelaraskan hidup mereka sesuai dengan Injil dan menerima sakramen-sakramen. Keselamatan yang Allah karuniakan kepada orang-orang percaya bukanlah bahwa mereka diluputkan dari si jahat (Yoh. 17:15),tetapi melengkapi mereka dengan sarana-sarana untuk melawan si jahat.

Mengalahkan kejahatan di bumi 
Di bumi ini, kita akan terus dihadapkan pada si jahat. Tetapi iman kita memampukan kita untuk melawan pengaruhnya:
  • pencobaan-pencobaan yang kita hadapi tidak mengurangi pengandalan kita kepada Allah atau kasih kita kepada-Nya.
  • ketidakadilan yang kita alami tidak meragukan rasa syukur kita atau komitmen kita bagi Tuhan.
Marilah kita menguji diri kita! Apakah iman kita cukup kuat? Jika perlu, marilah kita dengan rendah hati memohon kepada Tuhan untuk datang menolong kita dalam memerangi ketidak-percayaan(Mrk. 9:24). Melalui firman-Nya, Ia mengaruniakan kepada kita pertolongan-Nya. Marilah kita mencamkan itu dalam hati!

Mengalahkan kejahatan di alam barzakh 

Kejahatan juga memerintah di daerah alam barzakh. Maut sendiri adalah ungkapan kejahatan. Keselamatan yang Allah tawarkan kepada orang-orang yang telah meninggal, tidak termasuk memberikan kompensasi kepada mereka untuk kejahatan yang mereka derita selama hidup mereka. Melalui firman dan sakramen yang Ia berikan bagi alam barzakh melalui jawatan Rasul, Ia memberikan kepada orang-orang percaya di alam barzakh kesempatan untuk mengampuni mereka yang telah membuat mereka menderita dan dengan demikian memperoleh damai sejahtera Kristus.
 

Kelepasan penuh dari kejahatan 
Pada saat kedatangan-Nya kembali, Yesus akan menuntun pengantin perempuan-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Yang mati dan yang hidup, yang termasuk pada pengantin perempuan kemudian akan benar-benar dibebaskan dari pengaruh si jahat untuk selamanya.
 

Kamis, 25 Agustus 2016

Keselamatan Bagi Jiwa Di Alam Barzakh

Bacaan : 2 Makabe 12: 38-45

Nas Alkitab :

"Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati." (2Mak 12:44)

Dalam 2 Mak.12:44-45, dinyatakan bahwa  "mereka pun lalu mohon dan minta, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya … Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh."
Hal tersebut menjadi dasar mengapa Yudas dari Makabe dan tentunya juga kita mendoakan arwah orang yang sudah meninggal. Agar dosa dan salah mereka di dunia ini dihapuskan serta pahala kekal dianugerahkan kepada mereka. Yesus yang adalah Tuhan atas orang hidup dan orang mati, tentu memiliki kuasa atas orang hidup maupun yang sudah mati, ia dapat melakukan segalanya, juga yang nampak mustahil bagi manusia. Kristus menantikan semua yang diberikan Bapa kepada-Nya, akan datang pada-Nya, di rumah Bapa-Nya.

Sesuai kalender liturgi gereja hari-hari ini, kita diajak untuk secara khusus mengenang dan mendoakan saudara/i kita yang sudah meninggal dan saat ini masih berada di alam barzakh (tempat penantian). Kita juga diajak menyadari makna kematian dalam terang iman kristiani. Kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Sebab, dengan kematian, hidup hanyalah diubah bukan dilenyapkan. Kematian justru merupakan awal dari kehidupan abadi di surga. Sebab, bagi kita telah disediakan kediaman abadi di surga, setelah hidup kita di dunia ini berakhir.

Sebagian besar orang, ketika berangkat dari dunia ini (mati) berada dalam keadaan dosa. Maka, agar mereka dapat berada di tempat para suci/orang-orang kudus, mereka harus disucikan/dikuduskan terlebih dahulu. Bagi merekalah, kita berdoa supaya mereka beroleh belas kasih Allah. Melalui firman Tuhan yang diterima akan menjadikan jiwanya percaya, dan melalui sakramen-sakramen yang diterimanya akan menjadi sarana keselamatan yang Tuhan telah tentukan untuk keselamatan jiwanya. Maka demikianlah keselamatan pun ditawarkan kepada semua manusia baik yang hidup maupun yang telah mati, karena  Allah kita adalah Tuhan atas orang hidup dan yang telah mati. Amin.

Injil Diwartakan Kepada Orang Mati

Bacaan : 1 Ptr. 4:1-6

Nas Alkitab :

"Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah." (1Ptr 4:6)

Kita menyadari bahwa para jiwa dari alam barzakh juga hadir dalam setiap pelayanan kebaktian yang kita selenggarakan di muka bumi ini. Melalui khotbah, Roh Kudus menyapa baik mereka, jiwa orang-orang yang telah mati maupun yang masih hidup di muka bumi. Hal ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang telah mati dalam Kristus, tetapi juga berlaku bagi jiwa-jiwa dari mereka yang dibukakan hatinya, sehingga dapat mengenali tawaran keselamatan, meski pun mereka percaya dan menerima Tuhan ketika mereka telah mati (di alam barzakh).

Dengan demikian mereka yang mati pun memang telah berjalan  bersama-sama dengan kita "di hadapan Tuhan di negeri orang-orang hidup."

Untuk itulah Yesus setelah kematiannya di atas kayu salib, Ia memberitakan Injil kepada orang-orang yang telah mati sezaman dengan Nuh yang berada "di dalam penjara" (1Ptr.3:19,20).

Sama seperti orang yang masih hidup, mereka pun menantikan Hari Kedatangan Tuhan Yesus. Mereka juga harus dipersiapkan dan dirawat dengan firman dan sakramen Tuhan, agar dapat dilayakkan untuk beroleh keselamatan dari Tuhan.

Kita dapat membantu mereka di dalam doa perantara kita, tetapi juga dalam usaha-usaha kita untuk bersikap sesuai dengan amanat/tugas dan teladan Yesus Kristus. Kita akan  diselamatkan, oleh karena belas kasih Allah kepada orang-orang yang percaya dan taat serta setia  kepada-Nya.

Jumat, 19 Agustus 2016

Allah Menolong (Mazmur 44:27)

Nas Alkitab : 

Bersiaplah menolong kami, Bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu! 

Di dalam setiap kebaktian, Allah menolong kita dengan berbagai cara melalui pelayanan para malaikat-Nya dan melalui semua karunia kemurahan-Nya yang kita terima di dalam hidup kita. Terang dan kehidupan, kedua-duanya terdapat di dalam firman Allah. Tangan-Nya mengarahkan dan menuntun kita. Apabila tangan-Nya di rentangkan ke atas kita, tangan itu menciptakan damai sejahtera di dalam hati kita dan memungkinkan kita untuk bersyukur dan akan merasa puas dengan semua perkara yang kita alami.

Kita dihibur di dalam pengetahuan bahwa mata Sang Bapa  menjaga kita. Siang dan malam, Ia memandang kita, sesuatu yang hanya mungkin bagi Yang Mahakuasa. Penulis Mazmur mohon: “Bersiaplah menolong kami…”. Marilah kita juga menerapkan kata-kata ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap jiwa-jiwa yang telah berada di alam sana, yang masing-masing berada di dalam keadaan yang sepadan dengan Roh yang menguasai mereka selama berada di dunia.

Hari ini pintu terbuka, sehingga mereka yang merindukan kemurahan dan mereka yang mendapatkan karunia kemurahan-Nya, dapat menghampiri mezbah yang hidup. 

Dari siapakah mereka mengenal mezbah ini? Dari para utusan damai, yang memberitakan Injil Kristus, kepada semua jiwa yang sudah berada di alam sana. “Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu.” Kita baca nas kita. Bagaimana Tuhan membebaskan? Yaitu melalui tenaga yang berasal dari pengurbanan Kristus. Dan tenaga ini terdapat di dalam jawatan Rasul. Tak seorangpun yang dapat menghapuskan firman yang di ucapkan Kristus kepada para Rasul-Nya: “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya di ampuni…”(Yohanes 20:23) dan “Apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga…”(Matius 18:18). Inilah cara Tuhan membebaskan.

Dan ada sesuatu yang lain, yang juga sangat penting: penyesalan yang mendalam dan keputusan untuk bertobat. Apabila kita mengenali apa yang salah pada diri kita, marilah  kita berusaha untuk menyesalinya, serta berusaha untuk mengubahnya di masa yang akan datang. Ini berarti bertobat dan berusaha untuk mengikuti peraturan ilahi.

Dan barangsiapa benar-benar bertobat dan berusaha untuk berbuat sesuai dengan kehendak Allah, ia juga akan mengalami kebaikan Allah. Inilah perkembangan yang dapat kita alami : Pertama, firman bekerja. Firman adalah kunci yang membuka pintu pengertian: “Kita membutuhkan kebebasan.” Kemudian kebebasan disediakan melalui pengorbanan Yesus. Dan jiwa yang telah di bebaskan akan mengalami kebaikan Allah. Ia akan mengerti arti kehidupan dan sadar akan masa depan yang mulia. Di dalam kepastian ini kita terus melanjutkan perjalan kita secara bersama-sama di atas jalan kepercayaan kita.

Rabu, 17 Agustus 2016

Keajaiban Ilahi (Mazmur 88:13)


Nas Alkitab :

Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

Dari terjemahan Alkitab bahasa Jerman, nas di atas berbunyi, "Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan dan kebenaran-Mu di negeri segala lupa?"

Ketika penulis Mazmur ini berdoa, ketika ia merasa ditinggalkan seorang diri, dalam keadaan yang mencekam dan menjelang kematiannya, penulis Mazmur berbicara kepada Allah. Ia bertanya tentang alam sana, dimana ia menggunakan gambaran tentang alam sana itu sebagai “kegelapan” dan “negeri segala lupa”. Pada masa itu, pemahaman akan alam sana, benar-benar digambarkan sebagai suatu tempat yang gelap dan gulita. 

Orang-orang yang telah meninggal dunia hendaknya dapat mengenali dan mengakui keajaiban Allah. Sebab di balik semua kejadian ini terdapat kasih Allah, yang tidak melupakan satu jiwapun atau membiarkannya binasa (band. Yoh. 3: 16). Keajaiban apakah yang diperkenankan oleh Allah terjadi?

Keajaiban kemurahan dan kebenaran ilahi

Jiwa seseorang yang memiliki kepercayaan, juga memiliki kebutuhan untuk mendapatkan kemurahan. Kemurahan ilahi berarti Allah cenderung atau condong kepada orang yang berdosa dan berkenan untuk memberikan serta melakukan tindakan pengampunan dosa kepadanya. Di alam sana kemurahan Allah juga dapat diterima, jika jiwa-jiwa dapat mengenali dan mengakuinya serta memiliki keinginan dan kebutuhan akan kemurahan ilahi. Jika jiwa-jiwa datang kepada mezbah keselamatan, mereka dapat menerima pengampunan dosa dan sakramen-sakramen yang mereka butuhkan bagi kehidupan den keselamatan jiwa mereka. (band. Mat. 18:18). Dengan demikian mereka dapat dipindahkan dan dibawa dari kegelapan kepada terang.

Keajaiban firman ilahi

Di dalam setiap kebaktian sebenarnya kita dapat melihat dan merasakan terjadinya keajaiban firman Allah. Bukankah suatu keajaiban, jika Bapa surgawi di dalam kata-kata manusiawi yang sederhana berbicara kepada anakanak-Nya, ya kepada semua manusia? Firman Allah berasal dari Tuhan Yesus Kristus, yang adalah firman (band. Yoh. 1:1,14) dan dari para Rasul, yang diutus-Nya. Keajaiban Firman Allah ini juga dapat didengar di daerah-daerah alam sana.

Keajaiban dari dalam kurban Tuhan Yesus

Bahwa jiwa-jiwa di alam sana memiliki kemungkinan untuk mendapatkan pengampunan dosa, itu terletak di dalam kehendak keselamatan Allah dan di dalam jasa dari kurban Tuhan Yesus Kristus. Kurban ini demikian besar, sehingga semua orang baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, dapat menimba dari dalamnya (band. 1 Ptr. 3:19; 4:6).

Baptisan Suci dengan air, Kemeteraian Suci dan Perjamuan Suci adalah keajaiban-keajaiban Allah,yang dapat kita lihat dan rasakan di dalam kebaktian. Di hadapan-Nya kita berdiri dengan penuh hormat dan rasa takut akan Allah, karena semua itu memberikan kepada kita terang, hidup dan persekutuan. Penerimaan sakramen-sakramen ini juga terbuka bagi orang yang telah meninggal dunia, jika mereka menjalani jalan keselamatan yang telah diletakkan untuk itu.

Apakah yang dapat kita lakukan, agar keajaiban Allah dapat dikenali dan diakui?

Jika kita mengenali dan mengakui keajaiban Allah, bersaksi dengan cara yang patut dipercaya perihal keajaiban Allah ini, dan hidup di dalam kasih kepada sesama kita, maka kemudian melalui doa-doa perantara yang kita panjatkan dengan penuh mesra, maka keajaiban Allah akan dapat juga  diakui dan dikenali oleh jiwa-jiwa yang sudah berada di alam sana dan akan membangkitkan kerinduan untuk dapat menerima kemurahan dan kelepasan di dalam diri mereka. Karena itulah kita juga ingin
  • menerima firman Allah di dalam kebaktian dengan penuh kepercayaan. 
  • menikmati Perjamuan Suci dengan penuh kepatutan. 
  • menyerahkan diri kita sendiri dengan kerendahan hati, pada kasih dan kemurahan ilahi.
Maka kemudian keajaiban-keajaiban Allah juga akan dapat dikenali dan diakui di alam sana dan banyak kelepasan akan dapat dikerjakan.