Label

Tampilkan postingan dengan label Hari-hari Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari-hari Raya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2016

Pentakosta 2 (Roma 5:5)



Nas Alkitab :

…kasih Allah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Ada ungkapan yang berbunyi: Barangsiapa ingin mencapai cita-cita yang tinggi, harus tetap tenang pada kemudi, tidak boleh terpengaruh oleh pujian atau celaan.
Dan secara harafiah memang demikian. Tetapi hal ini tidaklah selalu mudah, memang kadang-kadang sangat sulit, tetapi selama ini kita hanya dapat memuji pertolongan dan kemurahan Allah.

Di atas semua kekawatiran dan peperangan, kata-kata Rasul Yohanes berkilau bagaikan mahkota: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”(Yohanes 3:16). Begitulah, dari kasih Allah ini datanglah Putera-Nya, menjelma menjadi manusia. Dan kedua, kasih Allah yang kekal ini, Ia curahkan ke dalam hati kita melalui karunia Roh Kudus. Berdasarkan kasih Allah yang telah kita terima, kini kita harus membiarkan kasih ini dibangkitkan di dalam diri kita dan membalas kasih ini. Oleh karena itu kita berusaha untuk menggenapi perintah yang diajarkan oleh Yesus Kristus: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum kedua yang sama dengan itu, ialah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39).

Marilah kita ingat, bahwa kasih juga berperan penting di dunia yang akan datang, ciptaan yang baru! Oleh karena itu kita dihimbau untuk tidak mengasihi dunia, seperti yang diingatkan oleh Rasul Yohanes (1 Yohanes 2:15), tetapi memberikan ruang untuk kasih Allah di dalam hati kita.

Hanya dengan demikian, Roh Allah dengan karunianya yang banyak itu, dapat menghasilkan dampak di dalam pikiran, lidah dan perbuatan kita. Kasih adalah dan akan tetap merupakan tenaga dan kekuatan yang terbesar. Apabila kasih bekerja, pasti akan menghasilkan sesuatu.

Kasih adalah sumber setiap pengurbanan yang pernah diberikan, dengan mana pekerjaan Allah pada masa sekarang ini, dibangun. Pada bab tiga belas dari surat pertama kepada orang-orang Korintus, Rasul Paulus melukiskan kasih ini di dalam kata-kata yang menakjubkan. Ia  berkata bahwa sekalipun dapat berkata-kata dengan lidah malaikat, memiliki karunia untuk bernubuat dan memiliki seluruh pengetahuan, tetapi tanpa kasih, orang itu bukan apa-apa! Kasih tidak pernah bosan menantikan, tidak membanggakan diri, tahan uji, memiliki kepercayaan dan pengharapan yang tak pernah mati! Orang yang dapat menyatakan kasih dalam bentuk ini, telah mencapai tingkat kepatutan dan kesempurnaan rohani yang tinggi.

Pada hari Pentakosta ini, hari peringatan ulang tahun pekerjaan kelepasan yang dilembagakan oleh Yesus Kristus ini, marilah kita memperbaharui tekad kita untuk bekerja dengan segenap tenaga dan kasih untuk kesempurnaan rohani kita, sampai tiba hari Tuhan yang dirindukan. Juga Yesus mau mengakhiri pekerjaan ini dan merampungkannya. Ia berkata: “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).

Senin, 15 Agustus 2016

Pentakosta 1 (Yehezkiel 36:27)



Nas Alkitab :



Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 



Dengan penuh hormat kita memandang peristiwa yang luar biasa di masa lampau, yang diberitakan di dalam Kisah para Rasul pasal 2, dan dengan hati yang bersih kita ingin meraih mujizat pernyataan Allah pada masa sekarang. Setiap kali kita merayakan hari Pentakosta, yang berarti kita juga merayakan hari kelahiran Gereja Kristus, kita ingin merayakannya dengan hati yang riang dan di dalam penantian, agar janji Tuhan, untuk mengambil milik-Nya, dapat segera tergenapkan.



Kita wajib bersyukur kepada Allah dan Bapa kita, karena Ia telah memberikan Roh-Nya kepada kita. Dimeteraikan dengan Roh Kudus adalah salah satu perbuatan besar dan agung, yang dilakukan Allah kepada kita. Hal ini baru akan kita pahami di dalam ukuran yang sepenuhnya, apabila kita telah sampai pada tujuan. Kini Roh itu ingin menuntun dan memimpin sepanjang hidup ini dan melalui firman-Nya, Roh Kudus ingin membawa kita menuju pada kerampungan pekerjaan keselamatan Allah.



Untuk itu yang penting, adalah untuk berjalan seturut dan selaras dengan perintah-perintah Allah. Di dalam Matius 22:37-40 kita baca, bahwa Yesus merangkumkan semua perintah dan hukum-hukum dan semua petunjuk nabi-nabi dalam dua hukum: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap budimu. […] Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”



Mengasihi Allah berarti:

  • menghindari dosa 
  • hidup di dalam rasa takut akan Allah 
  • turut bekerja pada kerampungan (pada diri sendiri dan di dalam pekerjaan kelepasan yang tunggal).


Sedangkan mengasihi sesama manusia berarti

  • tidak menghakimi sesama 
  • tidak menipu dan menyedihkan sesama 
  • senantiasa menjumpai sesama dengan penuh kasih dan ramah 
  • mengatakan kepada sesama, bahwa firman dan kemurahan adalah sarana untuk mencapai keselamatan.

Siapakah sesama kita itu? Terutama adalah saudara-saudari di dalam Tuhan! Apabila poin-poin yang disebutkan diperhatikan, keadaan di dalam sidang jemaat akan indah dan hangat dan kemudian para tamu juga akan datang. Dan dengan demikian hukum-hukum dan petunjuk-petunjuk Allah akan senantiasa terjaga dalam hati kita. Memegang hukum Allah artinya, bahwa

  • kita menghadiri kebaktian-kebaktian dan meraih firman Allah yang disediakan bagi semua orang dan membiarkan firman itu menciptakan kepercayaan dalam jiwa kita. 
  • pada setiap Perjamuan Kudus, kita juga dapat memperbaharui janji kita di dalam hati. 
  • kita mampu mempersembahkan kurban, karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mempersembahkan kurban yang terbesar untuk kita semua. Apabila kita mengurbankan manusia rohani kita bagi Tuhan, maka kita dapat dan akan senantiasa mengasihi Dia